oleh

Gagal Tahan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Menkes: Saya Bingung Dilempar Kanan-kiri!

indonesiakita.co – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan pihaknya tak bisa menahan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Hal ini ia ungkapkan usai menghadiri rapat dengan Komisi IX DPR RI, kemarin.

“Dengan jantan saya mengakui, solusi (untuk menahan kenaikan iuran) tidak bisa dijalankan. Sebenarnya peluang ada di BPJS Kesehatan. Jadi, saya mohon maaf. Dan saya dengarkan itu yang ada di hati saya,” ujarnya, kepada awak media.

Padahal menurutnya, beberapa waktu lalu Kemenkes sempat memberikan tiga solusi supaya BPJS Kesehatan tak menaikkan iuran peserta kelas III mandiri. Namun, seluruh iuran BPJS Kesehatan tetap naik pada 1 Januari 2020. paralax ads start

Tak hanya itu, ia juga berupaya menjalin komunikasi dengan direksi BPJS Kesehatan, karena hal ini didasari dengan adanya kesepakatan tidak menaikkan iuran bersama DPR. “Saya dapat WA (whatsapp) dan meneruskan untuk jangan melakukan penaikan ke BPJS Kesehatan. Jangan menaikkan, pasalnya itu kesepakatan bersama DPR,” ungkapnya.

Terawan mengaku bingung dalam menyelesaikan masalah kenaikan iuran tersebut, bahkan ia merasa ada pihak-pihak yang sengaja melampar polemik tersebut hingga tak membuahkan hasil, yakni penahanan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. ”Jadi, izinkan saya tidak bisa memberikan jalan keluar. Pasalnya butuh data lengkap dan komitmen. Karena itu merupakan kewenangan ke BPJS. Saya juga bingung sendiri dilempar kanan-kiri,”tutupnya.

Sebagaimana diketahui selumnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai berlaku 1 Januari 2020. Terdiri dari kelas I Rp160.000 per bulan, kelas II Rp110.000 per bulan dan kelas III Rp42.000 per bulan. Kenaikan ini sudah direstui Presiden Jokowi dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 mengenai penyesuaian iuran JKN-KIS. (Fel)

Komentar

News Feed