oleh

Adian ‘Berang’ Peristiwa Semanggi I-II Dibilang Bukan Pelanggaran Berat!

indonesiakita.co – Pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebutkan bahwa peristiwa Semanggi I & II bukan merupakan sebuah pelanggaram HAM berat menuai reaksi dari aktivis 98, Adian Napitupulu. Anggpta Komisi I DPR itu merasa kecewa dengan pernyataan tersebut.

Dimana hal ini dikatakan ST Burhanuddin pada saat menyampaikan sejumlah perkembangan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, pada saat rapat dengan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.

“Peristiwa Semanggi I dan Semanggi II telah ada hasil rapat paripurna DPR RI yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat,” ujarnya, Kamis (16/1/2020) lalu.

Namun bagi Adian, pada peristiwa tersebut menelan korban, dan sebagai Jaksa Agung, seharusnya menurut Adian setidaknya bicara bukti. “Kecewa dong!, seharusnya Kejaksaan Agung itukan lembaga penegak hukum, dan DPR itu lembaga politik.Tapi.. pernyataan politik tidak kemudian menghilangkan peristiwa hukumnya dan kejahatan hukum,” tegasnya, kemarin, di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Adapun menurutnya, Kejaksaan Agung justru membantu dalam pengusuran dugaan adanya pelanggaran HAM dalam peristiwa itu. “lalu pertanyaannya, siapa yang berwenang untuk melakukan penegakan hukum untuk pengusutan pelanggaran HAM, salah satunya juga kan Komnas HAM. Nah.. Komnas HAM bilang itu pelanggaran berat, yang lain bilang apa.. sama pelanggaran berat juga. Jadi… ya sudah , usut saja!,” tukasnya.

Komentar

News Feed