oleh

Puluhan Kasus Warnai Pembangunan Proyek PLTU

indonesiakita.co – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ternyata banyak mengakibatkan pencemaran. Hal ini diungkapkan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, yang mencatat, setidaknya ada sejumlah kasus pada 2019.

Adapun setidaknya, 24 kasus pencemaran lingkungan, kemudian 16 kasus tentang pengurasan sumber daya alam dan 12 kasus terkait pelanggaran tata ruang.

“Ada warga yang sakit paru-parunya bahkan sampai batuk berdarah karena kan debu hitam akibat PLTU itu selalu menempel,” ujar Ketua Bidang Manajemen Pengetahuan YLBHI Rahma Mary dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta, Rabu (15/1) kemarin.

Dalam catatan YLBHI, pembangunan PLTU di sejumlah daerah berimbas pada hilangnya mata pencaharian warga dan ancaman penyakit yang disebabkan oleh limbah cair serta pencemaran udara.

Selain itu, pencemaran juga terjadi lantaran aktivitas tambang dan pembakaran hutan hingga adanya perubahan tata ruang yang mengesampingkan keadaan ekologi.

Salah satunya ditunjukkan dengan pemangkasan kawasan karst di wilayah Jawa Tengah melalui keputusan Kementerian ESDM. Kawasan karst diketahui menjadi satu ekosistem khusus untuk menunjang ketersediaan sumber daya air. (Fel)

Komentar

News Feed