oleh

Siapa Komisioner KPK yang Disebut Romy Minta Dukungan PPP?

-News-49 views

indonesiakita.co – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmudziy buka suara terkait adanya keterlibatan Komisioner KPK 2015-2019 yang meminta dukungan PPP. Hal ini ia ungkapkan dalam persidangan.

kendati demikian, sosok yang akrab disapa Romy ini tak mengungkap nama komisioner dimaksud. “Perlu saya sampaikan ada komisioner KPK masa bakti 2015-2019 yang untuk dukungannya yang ia minta dari PPP tahun 2015 di DPR, dia datang ke rumah saya dan meminta dibantu direkomendasikan ke beberapa pimpinan partai politik lainnya, tentu dengan sejumlah komitmen atau janji,” jelasnya, di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, sosok yang akrab dengan presiden Joko Widodo ini adalah terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap sebesar Rp255 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Dimana Romy dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan ditambah pembayaran kewajiban sebesar Rp46,4 juta subsider 1 tahun penjara dan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun.

JPU KPK memang menyebut Romi memperdagangkan pengaruhnya (trading in influence) terhadap bekas Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam penetapan pejabat-pejabat di Kementerian Agama.

Oleh JPU KPK, Romi disebut mewujudkan perbuatan kolusi yang lahir dari sikap dan tindak laku yang tidak jujur dengan memanfaatkan kedudukan dan jabatannya sebagai ketua umum PPP dalam mempengaruhi atau ikut campur dalam penentuan jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Terkait perkara ini, Haris dan Muafaq sendiri telah dijatuhi vonis. Haris divonis 2 tahun penjara karena dinilai terbukti menyuap Romi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta. Sedangkan Muafaq divonis 1,5 tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap sejumlah Rp91,4 juta kepada Rommy dan caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab.

Namun, Romy menepis bahwa hal tersebut merupakan trading in influence. “Apakah ini termasuk trading in influence? Begitupun ada komisioner KPK yang untuk dukungan PPP terhadapnya tahun 2019, melalui keponakannya yang menurut tanda pengenal yang ditunjukkannya kepada saya adalah staf khususnya di KPK, dia diutus pamannya meminta posisi sebagai Pengurus Harian DPP yang atas musyawarah bersama kolega saya di Partai kemudian dikabulkan,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed