oleh

Rizal Ramli: Indonesia Bagai Surga Bagi Penjahat Ekonomi ‘Kerah Putih’!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli kembali mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi ekonomi di Indonesia. Bahkan menurutnya, hingga pergantian tahun, yakni 2020 pemerintah tak memiliki stretegi jitu dalan mengubah kondisi ekonomi saat ini yang kian sulit.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melakukan penarikan utang pada awal tahun 2020. Bahkan dengan angka yang sangat fantastis, yakni Rp 63,3 triliun.

“Lucu banget.. jadi kalau ada alasan mengapa rupiah menguat pada dolar AS, itu karena adanya ‘doping pinjaman’.. utang-lagi utang lagi” ujar Rizal, dikutip dari keterangan tertulisnya, hari ini.

Jelas, inilah yang membuat mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini geram. Karena menurutnya, cara lama yang dianggapnya gagal dilakukan kembali oleh Sri tahun ini.

Rizal juga mengkritik, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menurutnya tidak memiliki konsep dan cara yang jitu dalam mengubah tatanan ekonomi saat ini. Bahkan, dalam menghadapi kasus Jiwasraya, Sri hanya mengandalkan cara lama.

Sebelumnya memang, Sri Mulyani berencana melakukan pertemuan dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna membahas resiko sistemik kasus Jiwasraya. “”Ilmu lama.. itu yang diandalkan Sri Mulyani dalam skandal Bank Century tahun 2008 lalu. Sri ketika itu Menteri Keuangan di era Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)mengucurkan bailout sebesar Rp 6,7 triliun untuk Bank Century,” tegas Rizal.

Rizal menyebut saat ini kejahatan ‘kerah putih’ masih terus terjadi di Indonesia yang merugikan negara dan rakyat dengan angka yang sangat besar. “Kasus kejahatan kerah putih di Indonesia masih banyak, dan selalu lolos, Indonesia bagaikan surga bagi penjahat ekonomi kerah putih. Makanya modus dan pola perampokan uang negara terus berulang,” tukas Rizal. (Fel)

Komentar

News Feed