oleh

Sekjen PDI-P Hasto Terlibat Kasus Suap Komisioner KPU?

-Headline, News-68 views

indonesiakita.co – Nama Sekjen PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto dikait-kaitkan dengan kasus suap yang menimpa komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Informasi ini terus berhembus di sejumlah media, mengingat ada nama anggota partai berlambang banteng tersebut yang turut andil dalam kasus suap itu.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat konferensi pers di Gedung KPK, Kamis (9/1) kemarin, mengatakan bahwa sumber dana yang diterima oleh Wahyu terus didalami oleh pihaknya.

“Sumber dana ini kan sedang didalami oleh teman-teman di penyidikan. Kemudian ada beberapa misalnya pihak swasta itu kan menjadi sumber aliran dana juga kan yang membawa dan mengantarkan,” kata Lili kepada wartawan.

Dimana memang, sumber dana suap tersebut berasal dari Doni dan Saeful disebut-sebut yang merupakan sebagai staf Hasto.

Kendati demikian, Lili belum bisa memastikan apakah benar Doni dan Saeful merupakan staf Hasto atau tidak. Tetapi ia memastikan hal itu akan didalami di penyidikan, termasuk siapa sumber dana Rp 400 juta itu.

Namun, ia mengatakan, bahwa tidak menutup kemungkinan KPK akan memanggil Hasto untuk mendalami sumber dana tersebut. “Soal memanggil pihak terkait yang disebut teman-teman (wartawan) tadi misalnya Pak Hasto, ini kembali ke penyidikan. Jadi mungkin tidak saja nama Hasto, tapi pihak yang mungkin berhubungan dengan pengembangan perkara ini nanti di penyidikan pasti ada panggilan-panggilan tertentu,” tegasnya.

Sebelumnya, dihari yang bersamaan, KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Wahyu diduga menerima sejumlah uang untuk mengurus proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP.

Wahyu total menerima uang Rp 600 juta dari komitmen fee sebesar Rp 900 juta. Rinciannya, Rp 200 juta diterima Wahyu Setiawan dari eks anggota Bawaslu yang juga eks caleg PDIP dan orang kepercayaan Wahyu dan, Agustiani Tio Fridelina, di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Sementara Rp 400 juta lainnya diterima melalui Agustiani, advokat bernama Doni, dan pihak swasta bernama Saeful. Namun sumber uang ini masih didalami KPK.

“Salah satu sumber dana (sedang didalami KPK) memberikan uang Rp 400 juta yang ditujukan pada WSE (Wahyu Setiawan) melalui ATF (Agustiani Tio Fridelina), DON (Doni) dan SAE (Saeful),” tukas Lili. (Fel)

Komentar

News Feed