oleh

Diperiksa 9 Jam, Dua Petinggi KPU Dicecar 20 Pertanyaan

-Politik-86 views

indonesiakita.co – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memeriksa petinggi KPU. Adapun yang diperiksa adalah Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi dan Ketua KPU Arief Budiman.

Kedua petinggi KPU ini mengaku diperiksa selama sembilan jam dengan rangkaian 20 pertanyaan oleh penyidik, pada Selasa (29/1/2019) kemarin.

“Saya mulai diperiksa dari pukul 14.00 WIB, Pak Ketum (Ketua Umum) pukul 16.00 WIB. Jadi pemeriksaan saya sembilan jam dan Pak Ketua tujuh jam,” ujar Pram di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Sebagai informasi, bahwa pemeriksaan tersebut berkaitan dengan laporan dari Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso). Pram mengungkapkan pertanyaan yang diajukan seputar alasan tidak diloloskannya Oso sebagai calon legislatif (Caleg) DPD pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Ya ditanyai kenapa KPU mengambil sikap itu. Ya kita jelaskan sebagaimana argumen-argumen kita. KPU dalam menjalankan tahapan-tahapan Pemilu itu berdasarkan pada sumber-sumber hukum yang selama ini kita yakini dan sumber hukum paling tinggi konstitusi,” tambah Pram.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut berjalan dengan lancar. Bahkan ia menilai kalau dirinya dan juga Arief Budiman dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan baik.
“Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentu harus kami jawab dengan sebaik-baiknya, sesuai apa yang kami lakukan dan argumen-argumen yang selama ini kami bangun,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan yang dilakukan KPU sama sekali tidak melanggar undang-undang. Sebab, KPU telah mentaati putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait lolos atau tidaknya Oso sebagai Caleg DPD untuk Pileg 2019.

Selain itu, KPU menjunjung tinggi putusan dari MK, PTUN serta MA. Namun, lanjutnya, OSO harus mundur dari jabatannya sebagai Ketum Partai Hanura apabila ingin menjadi caleg DPD.

“Jadi kita memberikan kesempatan dua kali setelah penetapan DCT pada 20 September, yakni pada Desember dan Januari. Sepanjang tetap bersedia mengundurkan diri. Itu bagian dari kita menjalankan keputusan MA, PTUN dan putusan Bawaslu. Dan Kami tetap bersedia ketika dimintai memberikan keterangan lanjutan. Bisa jadi ada hal-hal yang dirasa belum lengkap kami tetap bersedia,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed