oleh

Benarkah Vonis Terhadap Ahmadi Dhani Bentuk Balas Dendam?

indonesiakita.co – Kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko mengatakan, vonis 1,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada kliennya adalah sebuah vonis balas dendam. Kasus yang menjerat Ahmad Dhani, disebut sama dengan kasus yang menjerat mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Menurut kami ini merupakan putusan balas dendam. Ini merupakan dejavu terkait dinamika politik yang terjadi selama ini bahwa sebelumnya Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) pun mendapatkan hal yang sama,” ujarnya, di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (28/1/2018).

Sebelumnya, Ahok yang divonis bersalah melakukan penodaan agama dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Hendarsam menyayangkan dalam perkara ini majelis hakim PN Jakarta Selatan tidak menjelaskan secara perinci unsur-unsur yang membuat kliennya divonis hingga 1,5 tahun penjara.

“Kami sangat berharap majelis hakim bisa menguraikan secara jelas unsur menyebarkan kebencian atau unsur kebencian mengandung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Karena itu adalah nyawa dari pada pasal tersebut sehingga seperti yang sudah kami bilang merupakan akar persimpangan jalan bagaimana suatu perbuatan dapat dianggap sebagai ujaran kebencian atau tidak,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menilai, vonis hakim terhadap musisi Ahmad Dhani masuk dalam ranah penegakkan hukum. Karena itu Hendrawan meminta vonis tersebut tidak dicampuradukkan dengan kebencian atau politik.

“Soal Ahmad Dhani itu ranah hukum. Jangan dicampuradukkan dengan kebencian, balas dendam politik, irasionalitas pengadilan atau sejenisnya,” ujar Hendrawan singkat, pada hari ini. (Fel)

Komentar

News Feed