oleh

Peneliti Sebut Banyak Kelemahan Proyek Infrastruktur Jokowi

indonesiakita.co – Pemerintah terus meyakinkan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dengan adanya setiap pemaparan yang dilakukan oleh presiden Jokowi terhadap dampak pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, peneliti ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra menilai bahwa upaya pemerataan ini tidak berdampak terhadap perekonomian secara jangka pendek.

“Semua pihak meyakini bahwa infrastruktur merupakan terobosan utama Jokowi yang harus diapresiasi karena masif dan meluas hingga di luar pulau Jawa. Tapi masyarakat tentunya belum menikmati hasilnya pada jangka pendek,” ujarnya, dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Forum Tebet (Forte) di Kawasan Tebet, hari ini.

Gede menilai, pembangunan seperti jalan tol yang dilakukan selama ini tidak disertai dengan pembangunan jalan penyuplai (feeder) yang layak. Selain itu, mahalnya tarif seperti ruas tol Trans Jawa juga nampaknya belum terlalu diminati para pengendara.

“Akhirnya yang terjadi saat ini, karena mahalnya tarif yang dikenakan, ruas Tol trans Jawa hanya ramai pada masa liburan Lebaran, Natal, dan lain-lain. Padahal, pada hari biasa cenderung sepi karena truk-truk lebih memilih melewati jalur Pantura,” tambahnya.

Hal yang berbeda disampaikan oleh Iman Sugema, peneliti Megawati Institute. Ia menegaskan, bahwa infrastruktur selain modal utama pemerintah saat ini juga merupakan aset negara pada jangka panjang.

“Jadi, kita gak bisa menyepelekan infrastruktur, karena ini jelas sebagai modal kita ke depan nanti, wajar memang kalau sekarang belum manfaat pasti dong, dan tidak bisa kita protes. Justru dampak jangka menengah dan panjang. Jokowi korbankan dirinya sendiri, dia fokus tidak mencari keuntungan jangka pendek, dia lebih fokus jangka panjang,” ujar Iman.

Ia mencontohkan, pada tahun 1990-an sebelum adanya tol Cikampek dan Merak terbangun industri hanya bertumpuk di sekitar Jabodetabek. Namun setelah keduanya terbangun sekitar 5 sampai 10 tahun mendatang dampaknya baru dirasakan.
“Dalam beberapa tahun, 5 sampai 10 tahun setelah tol Jakarta-Cikampek selesai dibangun, beroperasi, baru tumbuh industri industri di sekitar. Coba kita lihat sebelumnya, semua industri numpuk di wilayah Jakarta saja,” jelasnya. (Fel)

Komentar

News Feed