oleh

Kadis Kehutanan Papua Ditahan, Pertanda Korupsi Masih Ada

-News-177 views

indonesiakita.co – Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua secara resmi menahan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua berinisial JJO. Adapun sebelumnya JJO ditetapkan sebagai tersangka pada 4 Januari 2019 lalu dalam kasus pemerasan.

Diketahui, JJO mulai ditahan sejak Kamis (10/1/2019), setelah menandatangani berita acara pemeriksaan, surat perintah penangkapan, berita acara penangkapan, surat perintah penahanan, dan berita acara penahanan. Tak hanya itu, penyidik juga telah memberikan surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan kepada pihak keluarga.

“Tanggal 7 Januari 2019 yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan, sehingga dilayangkan pemanggilan kedua barulah beliau datang,” ujar
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Jumat (11/1/2018) kemarin.

Sebagai informasi, bahwa kasus ini bermula saat tim satgas saber pungli Polda Papua pada Rabu (7/11/2018), menangkap FT (42), terkait kasus pembalakan liar yang saat ini ditangani PPSN Dinas Kehutanan Papua. FT ditangkap beserta uang Rp 500 juta yang diduga merupakan uang suap untuk kasus pembalakan liar yang terjadi di Kabupaten Jayapura.

FT mengaku orang suruhan salah satu kepala dinas dan menyatakan diri siap membantu untuk menyelesaikan kasus tersebut. Kemudian, FT meminta uang sebesar Rp 5 miliar untuk membantu menyelesaikan kasus pembalakan liar yang saat ini ditangani PPNS Dinas Kehutanan. Namun, setelah dilakukan negoisasi, akhirnya disepakati hanya Rp 2,5 miliar.

JJO diduga melakukan tindak pidana penyertaan dalam tindak pidana pemerasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun. “Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka JJO untuk 20 hari kedepannya dalam rangka pemberkasan berkas perkara,” sambungnya.

Sedangkan untuk dugaan tindak pidana korupsi akan dilakukan pemeriksaan secara terpisah. “Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka JJO untuk 20 hari kedepannya dalam rangka pemberkasan berkas perkara,” pungkas Kamal. (Fel)

Komentar

News Feed