oleh

Obor Rakyat Terbit Lagi, Pemerintah ‘Kebakaran Jenggot’?

-Headline, Politik-3.422 views

indonesiakita.co – Pemimpin Redaksi tabloid Obot Rakyat, Setiyardi Budiono terancam atas statusnya yang saat ini menjalani cuit bersayarat setelah sebelumnya menjalani hukuman atas terbitnya edisi pertama media tersebut. Adapun Obor Rakyat mengangkat judul ‘Capres Boneka’ dengan karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri.

Dimana memang, Setiyardi yang menyatakan akan kembali menerbitkan usai menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman delapan bulan penjara.

Menanggapi hal ini, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengingatkan agar tabloid tersebut tak muncul kembali di permukaan. ”Direktur Kamtib (keamanan dan ketertiban) dan Kanwil saya sudah panggil karena dari Facebook saya dapat indikasi dia mau lakukan sesuatunya. Maka saya bilang, kalau macam-macam, masuk. Karena dia masih cuti bersyarat. Bisa dicabut,” ujarnya,di perayaan HUT ke-46 PDI-P di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019) kemarin.

Politisi PDI-P tersebut bahkan mengancam akan kembali memasukkan Setiyardi ke dalam penjara. “Hak dia kami hargai, kalau melakukan hal tidak benar ya sudah, dia mau masuk lagi,” tegasnya.

Adapun sebelumnuya, Setiyardi mengungkapkan akan kembali menerbitkan tabloid tersebut dalam waktu dekat. “Insya Allah Obor Rakyat akan kembali terbit dalam waktu dekat, saat ini saya bersama dengan rekan saya sedang menyiapkan terbit kembali Obor Rakyat,” ujarnya.

Sebagai informasi, bahwa tabloid Obor Rakyat terbit pada Mei 2014 atau menjeleng pemilihan presiden. Kala itu, Pilpres diikuti pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Timses Jokowi-JK, Juni 2014, melaporkan Obor Rakyat ke Badan Pengawas Pemilu karena menganggap tabloid tersebut menghina dan memfitnah Jokowi.

Selain itu, dilema juga terjadi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dimana sosok bernama Velix Venando Wangai yang merupakan bos Obor Rakyat justru menjabat sebagai komisaris di PT Aneka Tambang (Antam).

Posisi Velix sempat menuai reaksi dari sejumlah pihak termasuk relawan Jokowi. Namun kemudian akhirnya, Kementerian BUMN membantah tudingan pihaknya sengaja mengangkat Bos Pemred Obor Rakyat, Velix Venando Wangai, sebagai Komisaris di Antam.

“Terkait dengan pemberitaan di beberapa media massa tentang posisi Velix Vernando Wanggai di BUMN PT Aneka Tambang (Antam), dengan ini saya mencoba meluruskan informasi di berbagai media tersebut,” kata Sesmen BUMN Imam Apriyanto Putro dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (28/7/2015) silam.

Ia juga menjelaskan pada RUPS Antam 31 Maret 2015 Velix Vernando Wanggai bukan dipilih dalam RUPS tersebut melainkan hanya melanjutkan masa kerjanya yang belum berakhir. Imam berharap klarifikasi ini dapat meluruskan pemberitaan yang seolah menempatkan Kementerian BUMN era Rini yang mengangkat Velix sebagai Komisaris Antam.

“Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat dan bisa meluruskan berita terkait. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih,” tutup Imam. (Fel)

Komentar

News Feed