oleh

Debat Capres Soal Koruptor, Jokowi Bisa Kalah Jika Prabowo-Sandi Lakukan Ini

-Politik-289 views

indonesiakita.co – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antazari Azhar angkat bicara terkait materi debat pilpres 2019 mendatang. Ia menyatakan, sejumlah materi debat menjadi hal yang sangat menarik.

Ia mengaku, presiden Jokowi akan menjalani debat dengan mudah. Terlebih mantan gubernur DKI tersebut menurutnya masih berkomitmen memberantas korupsi. “Beliau (Jokowi) sudah memahami tentang bagaimana mencegah maupun memberantas korupsi. Kita lihat saja nanti, ujarnya, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/1/2019).

Menanggapi hal ini, Analis sosial Universitas Bung Karno (UBK) menyatakan, bahwa sosok Jokowi memang sangat terkenal dengan slogannya yakni memberantas korupsi sampai keakar-akarnya.

“Ya, betul sekali, Jokowi memang sangat berkomitmen memberantas korupsi di Indonesia. Bahkan, beliau juga menandatangani PP 43/2018, dimana masyarakat yang memberikan informasi kepada penegak hukum mengenai dugaan korupsi akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk piagam dan premi yang besarannya maksimal Rp 200 juta, dan ini terobosan yang sanat bagus,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, malam ini.

Meski demikian, Muda justru mempertanyakan sejumlah kepala daerah yang kian marak ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, mengingat Jokowi begitu gencarnya melawan korupsi, bahkan PP tersebut sebagai salah satu bukti komitmen seorang kepala negara.

“Yang jadi masalah adalah, kok gak takut sama komitmen presiden, gak segan, gak ada takut-takutnya loh, bahkan kita tau bahwa Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra ditangkap pada 24 Oktober, ini jarak waktunya gak jauh dengan PP tersebut diterbitkan. Aneh, gak takut dia sama presiden. Sebelumnya pada 14 Oktober juga Bupati Bekasi Neneng ditangkap KPK karena kasus suap proyek Meikarta, dan ini jaraknya gak jaug dengan PP tersebut,” ungkapnya.

Muda juga mempertanyakan kekuatan Jokowi di Indonesia, karena menurutnya dalam sisi kehidupan tak ada tanda-tanda disegani oleh masyarakat. “Jadi saya memiliki pandangan yang berbeda tentunya. Misalnya, saya takut dengan orang tua saya, di depan mereka saya takut, di belakang mereka saya tetap takut, sehingga hal-hal yang menyangkut larangan yang diberikan oleh orang tua saya akan saya patuhi meski itu di pulau yang berbeda sekalipun. Tapi inikan beda casenya, Jokowi sudah capek-capek bikin PP kok gak didengar, kita harus menghormatinya dong,” jelasnya lagi.

Adapun terkait debat capres nanti, jika membahas soal korupsi, Jokowi bisa saja akan kesulitan menghadapi pertanyaan dengan konsepsi pemikian yang ia miliki. “Saya yakin beliau (Jokowi) akan kesulitan. Karena apa?, Kalau Prabowo atau sandi tanya, Pak.. anda sudah teken PP, tapi kok malah semakin marak kasus korupsinya,” ini sangat bahaya untuk Jokowi. Memang Jokowi sempat menyatakan, bahwa di bawah pemerintahannya telah banyak menangkap koruptor. Tapi menurut saya bukan itu, tapi ‘di balik’, looh kok makin banyak yah, jadi bukan banyak yang ditangkap, melainkan makin banyak koruptor,” tambahnya.

Selain itu, Muda juga berharap agar debat nantinya dapat berjalan dengan lancar, dan dapat menjelaskan bahwa kandidat betul-betul bermutu. “Sayang sih ya, saya dengar kemarin Ketua KPU beralasan pertanyaan-pertanyaan didasari adanya keinginan untuk menjaga martabat para capres-cawapres. Padahal di luar negeri yang dibongkar adalah sampai kepada personal, kan tinggal bagaimana personalnya bisa menyelesaikan masalah yang ada pada dirinya. Justru disitu letak keahliannya. Kita masih bahas yang lunak-lunak.. kalau boleh jujur ini di luar ekspektasi saya,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed