oleh

Jembrana Bali Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Menanti Keajaiban Datang

-Headline, News-75 views

indonesiakita.co – Setidaknya, ribuan jiwa dari ratusan kepala keluarga (KK) di empat banjar (wilayah adat) Kabupaten Jembrana, Bali, mengalami krisis air bersih. Hal ini terjadi pasca banjir bandang yang terjadi di wilayah tersebut.

Bahkan, warga harus menggunakan jerigen untuk mengambil air bersih yang akan dikonsumsi, baik minum maupun mandi serta kebutuhan lainnya seperti mencuci.

Adapun empat banjar di masing-masing desa yang terdampak krisis air bersih, diantaranya Tibubeleng Kaler, Tibubeleng Tengah, Pangkung Kwa dan Tibubeleng Kelod. Dari empat KK itu ada 600 KK atau ribuan jiwa. Warganya katanya sejak krisis air bersih banyak yang mandi ke sungai bahkan sampai menampung air hujan untuk masak.

Warga setempat berharap PDAM mempercepat pemulihan saluran air PDAM sehingga kondisi cepat normal kembali.

Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana Ida Bagus Kerta Negara dikonfirmasi mengakui ada tujuh titik jaringan PDAM yang rusak dan terkena longsor karena banjir bandang. Jaringan yang longsor ada 3, sambungan di 3 jembatan dan di tempat proses pengangkatan air/pompa satu titik. “Sejak ada kerusakan kami sudah langsung bekerja. Bahkan yang sudah selesai di 6 titik dan tinggal lagi 1 titik. Kami harap tanggal 15 Januari sudah kelar semua,” jelasnya. (Fel)

Komentar

News Feed