oleh

Menhub Minta Aturan Bagasi Persawat Berbayar Tidak Mendadak

indonesiakita.co – Aturan bagasi berbayar yang diberlakukan oleh group Lion Air sampai hari ni masih menjadi perhatian publik. Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar kebijakan tersebut tidak bersifat mendadak.

“Secara hukum, korporasi boleh mengatur penarifan. Jadi, ‘by law’ itu boleh, silakan. Namun, mesti ada proses transisi,” ujarnya, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/1/2019) kemarin.

Budi menyatakan, apabila pengenaan tarif bagasi itu mengganggu tingkat pelayanan, maka tidak bisa serta-merta diterapkan. “Kami kemarin rapat, memang bicara apakah perubahan itu mengganggu ‘level of service’ (tingkat pelayanan). Kan, tadinya enggak bayar, jadi tiba-tiba bayar. Ada yang enggak bawa uang, karena masyarakat tidak mengerti sebelumnya,” tambahnya.

Adapun terkait hal tersebut dengan hukum yang ada, maskapai tidak perlu izin regulator dalam penetapan bagasi berbayar tersebut. “Jadi memang sebenarnya ya, boleh. Hanya, kami lihat layanan masyarakat ini tidak bisa berdiri sendiri. Kami juga melihat situasi. Coba lihat antrean Lion Air kalau pagi, kan ramai. Kami nggak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, lebih banyak mengatur ‘level of service’ itu berjalan, sehingga ada proses transisi,” sambung Budi.

Ia juga meminta kepada Lion Air mensosialisasikan terlebih dahulu soal pengenaan tarif pada bagasi selama dua minggu. “Ada ‘grace period’ selama dua minggu. Dua minggu ini tetap tidak bayar. Selama dua minggu ini kami minta kepada Lion dan operator bandara melakukan uji coba supaya pada hari ke-15, semua sudah lancar,” tandasnya.

Sementara itu di lokasi yang berbeda, Direktur Operasi Lion Air Group Daniel Putut mengatakan pihaknya memutuskan untuk belum mengenakan tarif bagasi yang seharusnya berlaku mulai Selasa kemarin. “Masih bisa datang ke bandara dan belum dipungut biaya bagasi. Kami sosialisasikan selama dua minggu sejak hari ini. Pak Menteri sampaikan seperti itu. Jadi, kami akan patuh dengan instruksi dari Kementerian Perhubungan,” jelasnya singkat. (Fel)

Komentar

News Feed