oleh

Tak Ada Ganjar Pranowo dalam Sidang Bupati Purbalingga?

indonesiakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi terdakwa Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi. Sebagaimana diketahui, Tasdi mengaku bahwa ia sempat diberikan uang dari berbagai pihak, termasuk gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Namun, Jaksa KPK Kresno Anto Wibowo menyatakan pihaknya tidak akan memanggil Ganjar Pranowo. “Soal kenapa tidak diperiksa saksi, tanyakan saja kepada penyidik. Sebab sesuai agenda dalam berita acara persidangan (BAP) nama Ganjar tidak masuk. Jadi tidak perlu dimintai keterangan. Kita tinggal ajukan tuntutan saja,” ujarnya, setelah sidang.

Anto menjelaskan, saat ini pihaknya tinggal menyelesaikan pemeriksaan keterangan saksi-saksi pada sidang suap dan gratifikasi proyek Islamic Center, termasuk Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto yang sudah dihadirkan dalam sidang saksi beberapa hari yang lalu.

“Kita sesuaikan dengan saksi di berkas perkara dan tidak mencari-cari saksi lain. Kalau Pak Utut kan masuknya ke penyidik. Beliau juga mengakui mengirim aliran dana ke terdakwa,” tambahnya.

Sementara itu, pada persidangan, KPK menurutnya telah menemukan fakta baru termasuk pemberian uang Rp100 juta dari Ganjar melalui ajudannya. “Yang menjadi permasalahan uang itu tidak disetorkan ke bendahara partai,” tambahnya.

Adapun Tasdi sendiri, dalam sidang itu membenarkan jika dirinya menerima uang dari Ganjar. Uang itu diberikan Ganjar melalui ajudannya saat ke Purbalingga untuk menghadiri deklarasi tim pemenangannya pada Pilgub 2018.
“Dikasih bulan Mei, beliau datang ke Purbalingga acara deklarasi. Sebelum itu transit di rumah saya beri Rp100 juta untuk operasional pemenangan. Dari Ganjar mau digunakan tanggal 10 Juni 2018 untuk buka bersama justru ketangkap KPK. Jadi dari pak Ganjar dibawa KPK,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed