oleh

KPK Minta Menpora Kooperatif Jika Dipanggil Terkait Kasus Suap Dana Hibah KONI

indonesiakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Menpora Imam Nahrawi kooperatif, jika nantinya dipanggil terkait kasus suap dugaan suap pencairan dana hibah ke KONI. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, Imam diminta akan menjelaskan apa yang diketahui soal kasus tersebut, karena ia merupakan orang nomor satu di Kementerian tersebut.

“Nanti saksi-saksi lebih lanjut akan kami informasikan lagi yang pasti di awal Januari kami lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam dugaan suap tersebut,” ujarnya, hari ini, di Jakarta.

Namun, saat awak media mempertanyakan kapan Imam akan dipanggil, Febri menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. “Saya kira Menpora juga sudah mengatakan kalau dipanggil akan hadir, saya kira itu bagus,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap pencairan dana hibah ke KONI. Mereka ialah, selaku pemberi Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy.

Sementara itu, selaku penerima ialah Deputi IV Kemepora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora Adhi Purnomo, Staf Kemenpora Eko Triyanto.
Uang Rp 100 juta tersebut berataskan nama Johny E Awuy namun dalam penguasaan Mulyana. Sedangkan mobil Chevrolet Captiva merupakan milik Eko Triyanto.
Dalam kasus ini, diduga ada kesepakatan antara Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.

Lembaga antirasuah itu sendiri sudah melakukan pengembangan dengan menggeledah sejumlah ruangan, mulai dari ruangan Imam Nahrawi hingga Sekjen KONI. (Fel)

Komentar

News Feed